Total Tayangan Halaman
Jumat, 27 September 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Apabila kita mengamati orang lain dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai keragaman dan kekomplekan tingkah laku manusia.Masing-masing pribadi berbeda satu sama lain.Tidak ada dua orang yang sama dalam hal telen,sikap,atau cara tingkahlakunya.Masing-masing pribadi itu bersifat unik.Namun sekaligus kita amati pula adanya persamaan-persamaan diantara sejumlah orang.Misalnya,kita dapat mengamati adanya persamaan-persamaan dikalangan orang-orang yang bertempat tinggal dikota dibandingkan dengan orang-orang yang bertempat tinggal didaerah pedesaan.Sehingga timbul perbedaan tingkah laku dan psikologis jiwanya.Maka dari itu,kita perlu dapat mengetahui metode-metode dan konsep-konsep psikologi sosial.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja definisi dan metode-metode dalam psikologi sosial?
2. Bagaimana objek dalam psikologi sosial?
3. Apa saja rumusan-rumusan yang digunakan oleh para ahli didalam psikologi sosial?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dan metode-metode dalam psikologi sosial,
2. Untuk mengetahui objek dalam psikologi sosial,
3. Untuk mengetahui rumusan-rumusan yang digunakan oleh para ahli didalam psikologi sosial.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 29. Definisi dan Metode – Metode
Sekarang kita akan membahas bagaimana rumusan yan menggambarkan ilmu jiwa sosial dengan setepat-tepatnya. Selanjutnya, kita akan melihat bahwa suatu rumusan umum yang tepat dan tegas menerangkan apakah ilmu jiwa sosial itu ada.
Setiap ilmu jiwa, ilmu jiwa sosial, maupun sosiolog menggunakan rumusannya sendiri yang berbeda. Hal ini bergandengan erat dengan barunya cabang ilmu pengetahuan ini yang baru pada tahun 1930 di pelajari secara empiris-eksperimental. Selain baru, cabang ilmu pengetahuan ini kedudukannya diantara ilmu-lmu pengetahuan lainnya sukar di rumuskan. Psikologi sosial tersebut oleh para sosiolog dianggap sbagai cabang imu pengetahuannya dari sosiologi. Sedangkan sarjana psikolog berpendapat bahwa ilmu jiwa sosial adalah cabang ilmu pengetahuan sisiologi. Pada hakikatnya, psikologi sosal ini terletak di tengah-tengah antara sosiologi dan psikologi.
2.2 30. Objek
Dalam mengidentifikasi suatu ilmu pengetahuan, kita perlu merumuskan objek-objek pelajaran dan penelitiannya. Ketika menunjukkan objek pembelajarannya, kita dapat membedakan dua macam objek, yaitu objek material dan objek formal dari ilmu pengetahuan itu.
Objek material meliputi
• Fakta-fakta
• Gejala-gejala
• Pokok-pokok yang nyata dipelajari dan diselidiki oleh ilmu pengetahuan itu.
Sedangkan objek formal suatu ilmu pengetahuan ditunjukkan oleh rumusan atau definisi ilmu pengetahuan tersebut.
2.3 31. Rumusan
Marilah kita tinjau beberapa rumusan ilmu jiwa sosial dari beberapa ahli, sebagai berikut. Ilmu jiwa adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari:
1. Tingkah laku manusia(Hubert Bonner Social Psychology)
2. Tingkah laku individu manusia sebagai anggota suatu masyarakat(A.M.Chrus Grondslagen Der Sociale Psychologie)
3. Pengalaman dan tingkah laku individu manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi perangsang sosial (Sherief & Sherief,An Outline Of Social Psychology ).
4. Segi-segi psikologis dari tingkah laku manusia dipengaruhi oleh interaksi sosial(Roueck and Warren,Sociology ).
5. Gejala psikis dan cara manusia berlaku seperti yang ditimbulkan atau dipengaruhi oleh hubungan atara manusia dengan manusia (KPPK No. 73 Ilmu jiwa sosial)
6. Individu manusia dalam kelompoknya,dan hubungan antara kelompok yang satu dengan yang lain( Boring,Langfeld,Weld Foundation of psychology)
7. Tingkah laku individu manusia dalam kelompok khususnya dan dalam lingkungan sosiokultural pada umumnya(W.Toman eintuehrung in die modern psychologie)
Rumusan-rumusan itu sebaiknya dirangkumkan dengan rumusan yang kami cantumkan dibawah ini,dan rumusan inilah yang akan menjadi pegangan kami dalam menentukan objek formal psikologi sosial.Secara lengkap, rumusan itu berbunyi sebagai berikut :“ Ilmu jiwa sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang memepelajari dan menyelidiki : Pengalaman dan tingkah laku individu manusia seperti yang dipengaruhi atau ditimbulkan oleh situasi sosial.
2.4 32. Metode Psikologi Sosial
Metode-metode psikologi sosial pada dasarnya sama dengan metode-metode psikologi. Ilmu jiwa sosial masa kini juga menggunakan metode-metode empiris yang masing-masing memenuhi syarat objektivitas, ketelitian, dan kepastian.
Berikut ini adalah metode-metode yang biasa digunakan dalam penelitian psikologi sosial.
33. a. Metode Eksperimen
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh eksperimen psikologi menurut Wilhelm Wundt antara lain:
1. Dapat menentukan terjadinya gejala yang akan kita selediki dengan tepat waktu.
2. Dapat mengikuti berlangsungnya gejala yang akan kita teliti dari awal hingga akhir dan mengamatinya dengan perhatian yang khusus.
3. Setiap observasi (pengamatan) harus dapat diulang dalam keadaan yang sama.
4. Dapat mengubah dengan sengaja syarat-syarat keadaan eksperimen
Metode eksperimen tersebut bertujuan untuk menimbulkan dengan sengaja suatu gejala guna dapat menyelidiki berlangsungnya dengan persiapan yang cukup dan perhatian yang khusus.
34. b. Metode Survei
Dalam metode ini peneliti mengumpulkan keterangan seluas-luasnya mengenai kelompok tertentu yang akan ia teliti. Biasanya survei dilakukan dengan menggunakan :
• Wawancara
• Observasi
• Angket
Tiga point tersebut dipergunakan sebagai alat untuk mengumpulkan keterangan. Selain itu metode survei melibatkan banyak orang. Peneliti memilih sampel yang representatif dari kelompok besar yang akan diteliti. Kemudian peniliti melaksanakan surveinya terhadap sampel tersebut. Akan tetapi hasil penelitian dapat diaanggap sebagai hasil yang diperoleh dari kelompok yang lebih besar yang akan dia teliti pada awalnya. Dengan demikian sejumlah orang terbatas tersebut dipilih dari kelompoknya yang lebih luas sehingga orang yang dipilih tersebut mewakili semua golongan, keadaan dan sifat yang terdapat pada kelompok b esar dan luas tadi.
35. c. Metote Diagnostik-psikis
Dalam mengumpulkan keterangan empiris mengenai objek – objek penelitian psikologi yang dapat menggambarkan segi – segi psikologi dengan lebih mendalam untuk memperoleh keterangan mengenai pendapat orang, cukuplah dirumuskan sebuah daftar pertanyaan (angket) yang kemudian disebarkan dengan permintaan, agar pertanyaan itu dijawab dengan jujur. Akan tetapi untuk memperoleh keterangan yang lebih mendalam mengenai sikap, perasaan dan kecenderungan – kecenderungan pribadi orang, diperlukan alat – alat yang lebih halus dari pada sebuah pertanyaan itu.
Untuk keperluan tersebut, digunakan skala – skala sikap (attitudescales) yang membuatnya sendiri telah berdasarkan sebuah penelitian. Skala sikap bermacam – macam dan masing – masing memerlukan percobaan yang khas untuk menentukan apakah taraf pengukurannya sesuai dengan kenyataan. Untuk menyesuaikan taraf pengukuran dengan kenyataan, harus diadakan pengecekan terlebih dahulu dengan sikap – sikap orang yang sudah diketahui sikapnya dengan jelas.
Selain menggunakan skala sikap, psikologi sosial juga menggunakan tes kepribadian yaitu, tes proyeksi seperti Rorschach, Zulliger, thematic, apperception test, dan tes psikologi lainnya.
36. d. Metode Sosiometri
Metode yang ditemukan oleh Moreno ini merupakan metode baru dikalangan ilmu sosial dan bertujuan untuk meneliti intra-group-relations atau saling hubungan antara anggota kelompok didalam satu kelompok.
Sosiometri disebut pula sebagai metode menemukan dan memanipulasikan konfigurasi-konfigurasi (bentuk dan formasi), dengan mengukur daya tarik/daya saling tarik menarik dan daya tolak antara para individu dalam suatu kelompok.
Metode sosiometri memegang peranan yang sangat penting dalam pengukuran hubungan sosial. Dengan sendirinya setiap hubungan antara individu dengan individu lainnya kita batasi dalam hubungan tertentu seperti hubungan dalam kelas atau dalam kelompok-kelompok lainnya.
Teknik ini sifatnya sederhana dan banyak memberikan kemungkinan bagi penyelidik untuk mempergunakan hasil-hasilnya di bidang bimbingan hidup sosial. Terutama ialah karena jawaban yang diberikan oleh setiap anggota kelompok sosial yang diselidiki menunjukkan tingkat kedududkan sosial anggota-anggota itu dilihat dari sesamanya anggota (kedudukan sosial itu disebut status sosiometrik). Selanjutnya, jawaban itu dapat diikhtisarkan dalam bagan hubungan sosial (bagan ini disebut sosiogram) yang memperlihatkan adanya (atau tidak adanya) pengelompokkan khusus dalam struktur sosial kelompok sescara keseluruhan. Seterusnya, teknik ini memungkinkan penyelidik mengikuti dinamik proses-proses perubahan hubungan-hubungan sosial dalam satu interval waktu atau dalam rangkaian situasi khusus. Dan akhirnya, penyelidik dapat mempergunakan hasil-hasil penemuan status sosial, sosiogram atau dinamika hubungan sosial tersebut untuk usaha-usaha penyempurnaan hubungan positif dan peniadaan hubungan negatif.
Dengan demikian dapatlah misalnya dibandingkan struktur-struktur sosiometrik dari berbagai kelompok atau sebuah kelompok dalam berbagai situasi.
Studi-studi sosiometri antara lain digunakan untuk : meneliti keadaan dan ciri-ciri persekutuan-persekutuan sosial, masyarakat, ikatan persaudaraan, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, kampus-kampus, unit-unit meliter, pabrik-pabrik dan lain-lain.
2.5 37. Sosiogram
Sosiogram merupakan hasil penelitian sosiometris dan dengan menganalisis sebuah sosiogram itu dapatlah kita ambil bermacam – macam kesimpulan mengenai saling hubungan antaranggota kelompok yang diteliti. Dengan hanya memperhatikan tabulasi arah pilihan saja kita belum dapat mengetahui struktur hubungan para siswa secara jelas. Untuk mengetahui struktur hubungan para siswa secara jelas. Perlu dibuat gambar tentang struktur hungan tersebut. Gambar tentang pola atau struktur hubungan suatu kelompok disebut sosiogram.
Tujuan Sosigram
• Menunjukkan ada tidaknya grup - grup kecil atau klik di dalam suatu grup.
• Menunjukkan siapa saja yang menjadi bintang dalam grup.
• Dari tabulasi alasan, dapat diketahui bagaimana norma - norma sosial yang diinginkan dalam suatu kelompok.
Untuk membuat sosiogram dapat digunakan tiga teknik yaitu :
a) Teknik lingkaran
b) Teknik lajur
c) Teknik bebas
Dibawah ini lakan diuraikan lebih lanjut tentang masing-masing teknik tersebut.
1.1 Sosiogram teknik lingkaran
Untuk membuat sosiogram dengan teknik lingkaran , pertama-tama yang harus dilakukan adalah membuat lingkaran-lingkaran sejumlah frekuensi pilihan terbanyak ditambah satu. Lingkaran-lingkaran tersebut dibuat dari satu titik pusat, mulai dari lingkaran terkecil (lingkaran paling dalam), kemudian secara berturut-turut lingkaran berikutnya (lingkaran diluarnya) makin besar, sampai dengan lingkaran terbesar (lingkaran terluar)
Langkah selanjutnya adalah meletakkan nomor-nomor individu pada lingkaran-lingkaran tersebut. Nomor individu yang mendapat pilihan terbanyak diletakkan pada lingkaran terdalam. Yang mendapat pilihan lebih sedikit diletakkan pada lingkaran sebelah luarnya secara berturut-turut sehingga akhirnya pada lingkaran terluar terletak nomor individu yang tidak mendapat pilihan sama sekali. Untuk membedakan jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin wanita dapat dilakukan dengan pemberian tanda yang berbeda, misalnya nomor-nomor individu laki-laki diiisi tanda bulatan dan nomor-nomor individu wanita diisi tanda bujur sangkar.
Langkah terakhir adalah menghubung-hubungkan nomor-nomor tersebut dengan anak panah sesuai dengan pilihannya.
Contoh Sosiogram Teknik Lingkaran
jumlah orang yag memilih TH adalah 3 orang (tertinggi), kunci nya disini
kalau saya sih lebih suka menyebutnya seperti ini
Code:
Jumlah pilihan tertinggi + 1 = jumlah lingkaran
dari sana kita bisa menentukan berapa banyak lingkaran yang harus di buat. pada contoh di atas
Code:
Jumlah pilihan tertinggi + 1 = jumlah lingkaran
3 + 1 = 4
artinya kita harus membuat 4 lingkaran dalam sosiogram tersebut
hasilnya bisa kita lihat
1.2 Sosiogram teknik lajur
Untuk membut sosiogram dengan teknik lajur langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat lajur-lajur dengan garis-garis horizontal yang sejajar sebanyak frekuensi pilihan terbanyak ditambah satu. Selanjutnya meletakkan nomor-nomor individu pada lajur-lajur tersebut. Nomor individu yang mendapat pilihan terbanyak diletakkan pada lajur paling atas. Yang mendapat pilihan lebih sedikit diletakkan pada lajur dibawahnya. Demikian seterusnya sehingga pada lajur paling bawah terletak nomor-nomor individu yang mendapat pilihan paling sedikit atau yang sama sekali tidak mendapat pilihan. Kemudian nomor-nomor tersebut dihubungkan dengan anak panah sesuai dengan arah pilihan masing-masing individu.
1.3 Sosiogram teknik bebas
Dalam membuat sosiogram dengan teknik bebas ini nomor-nomor individu diletakkan secara bebas sedemikian rupa sehingga mudah dihubung-hubungkan antara individu yang memilih dengan individu yang dipilih.
Jadi, dalam bentuk teknik bebas ini yang dipentingkan adalah kepraktisan dalam menghubungkan antara pemilih dengan yang dipilih, tanp memperhitungkan urutan letak berdasarkan jumlah pilihan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Setiap ahli ilmu jiwa, ilmu jiwa sosial , maupun sosiolog menggunakan rumusan-rumusannya itu sendiri yang berbeda-beda namun pada hakikatnya psikologi sosial ini terletak ditengah-tengah antara sosiologi dan psikologi. Dalam identifikasi ilmu, terdapat rumusan objek-objek pelajaran dan penelitiannya yang dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Secara lengkap, rumusan dari psikologi sosial berbunyi:”ilmu jiwa sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menyelidiki pengalaman dan tingkah laku individu manusia seperti yang dipengaruhi atau ditimbulkan oleh situasi-situasi sosial”.
Metode-metode yang biasanya digunakan dalam penelitian psikologi sosial meliputi metode eksperimen, metode survei, metode diagnostik-psikis, dan metode sosiometri. Sedangkan sosiogram merupakan hasil penelitian sosiometris, dan dengan menganalisis sebuah sosiogram itu dapatlah kita ambil bermacam-macam kesimpulan mengenai saling hubungan antar anggota kelompok yang diteliti.
Daftar Pustaka
Gerungan, W. A, DR. Dipl. Psych.. 2004. “Psikologi Sosial”.Bandung: Refika Aditama
Febriansyah, “Teknik Pengumpulan Data” (http://blog-febriansyah.blogspot.com) diakses tanggal 16 September 2013
Konselor, “Cara Membuat Sosiogram Pada Sosiometri” (http://konselor008.blogspot.com) diakses tanggal 16 September 2013
Boring, E G. . Langfeld, H. S, . Weld, H.P ., foundations of Psycology, John Wiley & Sons, Inc., New York; Carhles Tuttle Co., Tokio, Modern Asia Edition. 1959.
Bonner, H., social psychology, American Book Company, 1953.
Kamis, 10 Januari 2013
kadang, kita tidak berfikir,,,bahwa kita juga butuh teman,,,kita terlalu asyik dengan dunia kita sendiri,,,bahkan kita tak pernah peduli dengan apa yang orang lain rasakan,,, inilah yang membuat kita selalu merasa sepi dengan keadaan yang kita jalani,,,andaikan,,,,kita bisa menyelami kehidupan orang lain,,,yang tentunya sangatlah beragam,,kelengkapan hidup kan begitu terasa di hati,,,karna "Laisa haayatan kaamilatan bilaa l-ashdiqoo'"
Semua itu bisa kurasakan,,,3 tahun terakhir ini,,, tahun-tahun yang begitu kan jadi kenangan dan memory untuk 4 bulan yang masih tersisa dari hari ini,,,bayang-bayang perpisahan begitu sering berkelebat dalam angan-angan seiring tawa yang menghiasi hari-hari,,,andai waktu bisa berputar kembali,,,kembali kemasa pertama kali kami bertemu,,,namun tak terasa,,,waktu terus berjalan hingga tiba saat ini,,,saat-saat yang begitu menghmpit,,,,nanti,,,,,terima kasih,,,,,,teman.............surga kita saat kita pulang kerumah namun kita tak pernah sadar bahwa saaatitulah yang memisahkan kita,,,,mengurangi kebersamaan kita.........
Semua itu bisa kurasakan,,,3 tahun terakhir ini,,, tahun-tahun yang begitu kan jadi kenangan dan memory untuk 4 bulan yang masih tersisa dari hari ini,,,bayang-bayang perpisahan begitu sering berkelebat dalam angan-angan seiring tawa yang menghiasi hari-hari,,,andai waktu bisa berputar kembali,,,kembali kemasa pertama kali kami bertemu,,,namun tak terasa,,,waktu terus berjalan hingga tiba saat ini,,,saat-saat yang begitu menghmpit,,,,nanti,,,,,terima kasih,,,,,,teman.............surga kita saat kita pulang kerumah namun kita tak pernah sadar bahwa saaatitulah yang memisahkan kita,,,,mengurangi kebersamaan kita.........
Langganan:
Postingan (Atom)